Sekarang, Perpusduta hadir di TeamTalk!! Dengan channel Perpustakaan Dunia Cerita di server Indonesia lalu masuk ke Public room. Dapatkan aplikasi TeamTalk di App Store dan Play Store atau melalui website di bearware.dk
Channel YouTube Perpustakaan Dunia Cerita
Donasi Perpusduta
Hai, Pengunjung!
Beranda
Masuk
Daftar
Artikel | Tag Cloud
Urutan: Urutkan berdasar abjad | Urutkan berdasar kesesuaian
dewa iblis di rimba persilatan siapa yang tidak mendengar julukan itu dan julukan itu bukan tidak memiliki alasan agar darah yang keluar tidak banyak dan nyawanya bisa tertolong sudahlah buat apa aku hidup dalam keadaan lumpuh total teriak boma menahan pertolongan kirana agar kehidupan ini menjadi damai sentosa dan makmur akan ku bacok mulutnya bentak mereka akh salah satu penyerang kirana tersayat pedangnya tepat di pergelangan tangan ambil saja tapi cepat tinggalkan tempat ini anda sendiri tidak pernah bertemu apalagi menjajal kehebatannya angkat bicara apa kita perlu membinasakan dewa iblis tanya seorang wanita muda berpakaian hijau dengan pedang bulan di punggungnya kita tidak harus segegabah itu kirana ujar kyai koneng pada wanita cantik yang bernama asli kirana itu atau dewi pedang bulan lalu ba apalagi di sana ada pemimpin yang tidak bisa dipandang remeh ilmu kanuragannya apalagi didepan anak buahnya kurang ajar kau tidak tau dengan siapa berhadapan anak muda ujar laki laki gagah plontos dengan jambang lebat itu seraya mengambil sejata andalannya apalagi setelah dia berusaha menarik kembali senjatanya apapun bentuknya arya bukannya mengendorkan pegangannya arya hanya melirik tenang melihat kudanya digiring tiga orang berpakaian kuning dengan golok besar terselip di pinggangnya biarkan saja toh itu kuda juga hasil rampasan teriak arya lantang membuat penghuni kedai menatapnya dan menoleh ke arah para pe arya menendang dua buah kerikil di ujung kakinya weeeeesssss crap crap bagaikan anak panah yang melesat bak kilat arya mengetahui serangan dahsat itu atau ingin menjadi dewa penolong namun dia harap yang ada di sana adalah pengemis nyawa arya hinggap di salah satu cabang pohon tidak jauh dari arena pertempuran namun wajahnya seketika kecewa setelah mendapati bukan orang yang di carinya seorang gad atau kecewa karena bukan uang yang diberikan arya namun kuda yang tadi sudah mau dicuri orang atau pernah melihat bagaimana kalau kita main main ajak arya tenang kurang ajar bagus bahkan dadanya yang montok sedikit tersingkap bahkan gurunya sendiri dibunuhnya pasti ada dan itu yang perlu kita fikirkan bersama komentar kyai koneng lebih baik kita binasakan saja kyai dari pada terus jadi beban bahkan sering di undang untuk membantu pemberontakan serta perampokannya tak sekalipun gagal baik ibu maupun kakaknya yang diperkosa lebih dulu dengan tidak ada pemimpin banjar kalianget batu batu ribuan tahun yang terbentuk oleh berkumpulnya batu batu vulkanik dari ledakan gunung bromo itu berdiri dengan angkuhnya tak ada jalan yang bisa digunakan untuk mendaki bukit begitu seterusnya hingga dia memiliki guru yang beranikaragam dengan tujuan ingin membalas kematian orang tuanya di tangan pengemis nyawa begitupun sebaliknya belajar ilmu mati matian pada orang orang hebat sejak kecil sehingga di tubuhnya penuh dengan sayatan sayatan luka dia memiliki dendam yang sangat besar pada seorang dari golongan hitam yang terkenal paling hebat sejak kecil dia hidup dengan bergelim benarti dia masih punya nurani untuk menjadi orang baik terang kyai koneng maksud kyai tanya semua yang hadir tidak mengerti andaikan kita bisa menyadarkannya dari pengaruh masalalu yang tidak mengenakkannya berencana membabat arya dari atas dengan sikap tenang bahkan tidak melihat arah datangnya serangan bila bukan hanya itu batu batu itu licin dan curam apabila ada yang berusaha mendaki bukan hanya pemilik golok itu namun semua penghuni kedai kedua pemilik golok berusaha menarik golok itu dengan tenaga penuh bukan niat kami menguji kehebatan saudara sekalian cepat cepat dia menuangkan air dalam kendi ceritanya contoh saja seperti aji mahendra atau pendekar pedang naga gerombolan tapak langit seorang pemuda dengan pakaian biru terong yang tak lain adalah arya terus berkelebat menembus hutan rimba tanpa tujuan yang pasti coretan dan akan mendadi senjata ampuh untuk melawan golongan hitam terang kyai koneng tapi adakah cara untuk menyadarkannya tanya seorang pendekar muda yang juga hadir disana dengan nada jengkel dan apabila usaha yang telah kita lakukan tidak bisa dan dia mati mengenaskan di tangan dewa iblis terang kyai banjar membuat yang lain semakin terkejut dan tergagap keheranan jadi alangkah baiknya kalau kita tidak berurus nyawa dengannya dan hal itu juga dirasa oleh tokoh yang lain dan kami telah menyebar tilik sandi disekitar tempat ini dan kemudian diangkat menjadi murit dan kemudian mati mengenaskan di tangan pengemis nyawa beserta seluruh rombongan dan ketiga orang itu ada di antara pengeroyok itu tangkap kirana hidup hidup dan ketika dia kalah dan kirana tertegun dan memalingkan wajah ngeri akan tindakan boma yang tidak dia sangka boma menggigit lidahnya sendiri hingga putus dia bunuh diri didepan kirana tak terasa air mata kirana menetes dia ingat lagi akan dawuh kyai banjar banyu bening dan mengayunkan serempak dari atas kepala arya dan menjadi biang keladi para perambok itu lari membawa malu sidang bukit batu bukit yang polos kerontang dengan susunan batu batu cadas dan mereka tambah bertanya tanya perihal penting apa yang akan dimusyawarahkan sehingga tempatnya sangat special seperti ini seorang yang berpenampilan rapi dan pedang tipis terselip di pinggang yang tidak lain adalah aji mahendra atau pendekar pedan dan rasanya ingin secepatnya bertemu dengan dewa iblis serta memenggal kepalanya dan saya siap memikul tugas itu tantang aji mahendra mantap kyai banjar tersenyum arif saya tau bahwa kau hebat pendekar pedang naga dan tentu orang orang itu bukan orang sembarangan karena hanya orang yang memiliki ilmu peringan tubuh dan kanuragan tinggi saja yang bisa mendaki bukit yang menyeramkan itu tampak jelas diantara yang berkumpul adalah kyai koneng dan terkait waktu yang tersedia dan tokoh tokoh hebat aliran putih lainnya yang kehebatannya tidak bisa dianggap remeh banjar kalianget berdiri mengawali pertemuan di bukit batu itu trimakasih atas kedatangan saudara saudara sealiran pada pertemuan kali ini dapat ditebak dia adalah pimpinan pengeroyok itu secara sepintas ilmu gadis yang dipanggil kirana itu jauh tinggi dari para mengeroyok datang silih berganti hingga empat puluh jurus dengan beberapa pengeroyok yang bergelimpangan di sebelahnya dengan cepat dia mendatangi boma berencana menotok jalan daranya dengan gesit secara serempat kedua orang berpakaian kuning mencabut golok dengan keputusan kita harus mencari solusi masing masing untuk bisa menyadarkan dewa iblis dan menggiring kejalan yang lurus dengan memiringkan tubuh sedikit dengan secepat kilat arya malah menangkap rantai cemeti itu membuat boma terbelalak dengan sepontan dia surut satu langkah untuk jaga jarak dan bersiap akan semua kemungkinan yang bisa terjadi ternyata arya malah tenang berdiri tersenyum pada pimpinan itu hey siapa kau bentak kepala perampok itu hehehehe kisanak daripada kita hanya dengan tendangan yang keras itu biasanya membuat orang terlontar dan terbelanting dewa iblis masih punya nurani dewa iblis tidak terima perlakuan itu sehingga terjadi bentrok terang banjar kalianget lalu bagaimana menurut kyai dia akan belajar pada orang itu dia belajar dengan giat dia berbuat sadis lantaran dipengaruhi oleh benci dan dendam atas ketidak adilan yang menimpa keluarganya yang mati di tangan pendekar tua pengemis nyawa dia berkepala pelontos dengan jambang lebat memenuhi dagunya berpakaian kuning dia bertindak layaknya binatang saja dia hanya memiringkan tubuh dengan gesit dia ingin melaksanakan tugas yang diputuskan sidang bukit batu dia juga pasti menolongnya bahkan dia bisa sadis dan keji apabila berhadapan dengan orang yang melakukan kesewenang wenangan bahkan sering membunuh lawan dengan senjata yang digunakan lawan sehingga sampai detik ini tak seorangpun yang mengetahui ali dia lari dari padepokan untuk menjajal ilmunya pada orang orang hebat dia masih belum punya cara untuk membalas serangan dia masih berusaha menghindari serangan serangan itu tak pelak pakaiannya telah compang camping disana sini dia pasti bisa disadarkan dan dia melihat sendiri kehebatan dewa iblis serta kesadisannya ketika membunuh lawan kemudian dia berkelebat kearah menghilangnya dewa iblis dia rasa cekikan tangan arya semakin mencengkram hingga nafasnya kembang kempis tuan sudah cukup sebuah teriakan wanita membuat arya menoleh dia tau bahwa pemuda itu telah menolongnya dari kekejaman boma dia tersungkur di tanah sambil memegang tangan yang terus menggucurkan darah dia tidak boleh terlihat pengecut ditambah lagi kehebatannya yang sangat luar biasa dua kerikil itu menembus kepala kedua penyerang hingga terlempar satu tombak kebelakang dua orang diantara penyerang kirana beralih menyerang arya entah yang ada di hatinya bahagia karena makanan yang tidak seberapa itu ditukar dengan kuda bagus dengan harga selangit yang tidak mungkin dia bisa beli gerombolan itu cukup disegani dan ditakuti gerombolan macan loreng yang berkuasa di bukit tanggupan perahu diserang aliran putih hingga porak poranda tak ada yang selamat golok yang dipegangnya jatuh disusul tubuhnya juga roboh menggelepar sedikit lalu tidak berkutik lagi hanya lumut yang mampu bertahan hidup di tempat itu hanya satu tingkat dibawahku hanya sebagian saja yang melihat sosok dewa iblis hanya wajahnya yang masih bersih dan tergolong tampan dia senang berpakaian biru terong dengan rambut sebahu ada sebuah kayu cendana putih panjang satu lengan orang dewasa terselip di pinggangnya ilmunya sangat hebat karena pernah berguru pada bebera hatinya yang semua dihiasi bunga mawar seketika layu melihat kelakuan orang yang dia kagumi tak sekalipun aku memberi nama itu hingga dirasa ilmunya telah cukup untuk terjun langsung di rimba persilatan mencari pengemis nyawa dia terjun sebagai orang yang tidak terima melihat ketidak adilan seperti yang dia lihat pada keluarga dan seluruh anggota macan loreng hingga kyai banjar bangkit saudara hadirin sekalian hingga pada pembahasan yang tidak bisa kami temukan solusinya prihal apakah gerangan itu kyai tanya seorang tua dengan tasbih besar melingkar di lehernya jelas jika semua tokoh yang hadir sangat segan pada kyai banjar banyu bening sikap kita terhadap horor ini semua demi anak cucu kita ke depan semua yang hadir manggut manggut setuju izinkan hamba memberi usulan agar secepatnya pada inti pembahasan pinta aji mahendra dan yang lain menyetujuinya kyai banjar banyu bening tersenyum mafhum kemudian dia bangkit trimakasih atas kedatangan kalian jadi ambil saja kuda itu ujar arya tenang seraya meninggalkan kedai jangan membuat kami juga ciut kyai bantah golong putih yang lain kyai prana adalah adik seperguruanku jangan mengganggu kenikamatan orang makan bentak pemuda yang berdiri di depan mereka tenang sambil memegang lehernya dan cegukan kumudian duduk lagi dengan tenang dan melanjutkan makannya melihat orang yang telah melempar temannya tidak memperhatikan jika ada golongan hitam yang diserang golongan putih dengan tidak imbang jika ada yang tidak terima jika hal itu dibiarkan jika hanya sebelah tangan yang ku rusak jika lawan satu satu tentu dengan mudah dia akan menumbangkan musuhnya jika orang biasa terkena tekanan anginnya saja pasti terbelanting apalagi terkena bola besi bergerigi yang bisa menghancurkan batu cadas sebesar gajah itu namun arya tetap tenang ketika bola besi bergerigi sekitar satu jengkal di depan wajahnya jika tokoh hebat golong putih itu mengatakan seperti itu mana mungkin kyai sanggah kirana mana mungkin anda mengatakan seperti itu julukan dewa pasti khusus golongan putih kaki dan tangannya lumpuh semua kalau bisa jangan sampai lecet karena aku ingin beradu nafsu dengannya teriak seorang yang berdiri tegap tidak jauh dari arena pertempura dengan senyum menyeringai menjijikkan karena di sekeliling bukit itu terdiri dari bongkahan batu batu tajam seperti mata tombak karena kikisan air hujan karena dia tau orang yang ada di depannya kali ini bukan orang sembarangan bola bergerigi itu menderu diiringi hembusan angin panas cukup tajam karena gaji sebagai prajurit tidak seberapa jika dianding dengan hsil rampokan sedangkan kirana atau dikenal dengan sebutan dewi pedang bulan karena kami juga masih banyak urusan yang perlu diselesaikan karena mereka juga tidak pernah bertemu dengan sosok yang akhir akhir ini menggetarkan dunia persilatan dewa iblis sampai sekarang masih menjadi sosok yang misterius dan menghawatirkan karena orang tuanya adalah kepala perampok macan loreng dibawah perlindungan pendekar tua golongan hitam datuk pengemis nyawa ketika ayahnya ingin menyerahkan upeti pada pengemis nyawa dengan membawa serta ibu serta kakak wanitanya yang sudah remaja karena saya sendiri saja belum tentu menang melawannya terang kyai banjar tenang karena tempat ini sangat tertutup karna satu yang dia tau dia harus mencari pengemis nyawa karya sdc kau masih bisa menggunakan tangan kirimu tua cukup tuan teriak kirana tidak tahan namun dia tidak bisa berbuat apa apa kau tidak tau dengan siapa berhadapan aku tidak pernah bertanya dengan siapa aku berhadapan kata arya lagi tenang kawan kebanyakan dari para pendekar hanya mengenal julukannya saja tanpa menyetahui orangnya sekarang dia sedang duduk dengan tenang di sebuah kedai nasi menikmati hidangan yang dipesannya tiba tiba penjaga kedai tergesa gesa mendatanginya tuan itu kuda an kecuali dia dibawa serta aliran itu kenangan kecilnya tidak bisa dihapus begitu saja kepongahan mereka semakin menjadi mereka beranggapan tak seorangpun yang berani ketika melihat ada pendekar golongan putih di serang keroyoan dia pasti akan membantunya ketua perampok itu bernama boma mantan kepala pasukan kerajaan yang kemudian membelot dan menjadi perampok bersama sisa prajuritnya kini kirana dapat memimpin pertempuran setelah dua penyerang tidak bisa bergabung lagi kini telah bisa mengimbangi serangan musuh bahkan sekali kali mampu memberi balasan kini telah hampir malam pertemuan kita tutup sampai disini kurang kyai banjar banyu bening kyai prana yang merupakan bekas gurunya mati mengenaskan di tangan dewa iblis terang kyai banjar tapi juga banyak aliran hitam yang mati di tangannya terang kyai koneng saya juga pernah mendengar kematian kyai prana di tangan bekas muritnya ini kyai tapak wengi lalu arya menarik tubuh boma kebelakang dan membantingnya hingga tubuh boma terlentang di tanah bunuh saja aku teriak boma putus asa kau tidak pantas mati begitu mudah tuan namun juga tidak mungkin aku biarkan kau selalu bertindak sewenang wenang ser lalu memutarnya hingga mengeluarkan bunyi deru angin yang sangat hebat aku adalah kepala gerombolan tapak lagit penguasa rimba ini nama gerombolan tapak lagit di rimba persilatan sudah amat terkenal lantaran kyai prana menangkap kepala perampok dan menyiksanya untuk mengakui segala perbuatan lebih baik kita cari solusi untuk bisa menyadarkannya terang kyai koneng pertemuan terus berlangsung guna mengatasi kegemparan dunia persilatan yang bukan hanya meresahkan golongan putih namun juga golongan hitam itu hingga matahari hampir tenggelam maka tidak ada cara lain kecuali memusnahkannya maklum malah mau berhadapan dengannya dia tambah pongak sambil berkacak pinggang penyerang itu berusaha menggerakkan badannya lagi untuk melanjutkan serangan yang sempat tertahan oleh tendangan arya hiaaaaaaat akh crooooot saat senjata hendak dikibaskan mantap mata penyerang itu terbelalak matanya tetap tajam menatap kepala perampok yang menganga tidak percaya gerakan penyerang itu terhenti dengan mata terbelalak melihat kedatangan orang yang tak dikenal secara tiba tiba melihat pentingnya acara kali ini melihat sekilas seakan tidak terjadi apa apa melihat serangan arya yang tidak menimbulkan efek apa apa pada anak buahnya meluangkan waktu sejenak untuk bisa menghadiri undangan kami membuat boma dan kirana terkejut arya mengangkat kakinya dan menginjak lengan kanan boma krakkkkk bunyinya seperti ranting yang dipatah patah membuat boma berteriak hebat membuat boma dan seluruh anak buahnya keringatan melihat kehebatan dan kesadisan orang yang sekarang memegang cemeti boma kirana tambah kagum melihat dewa penolongnya membuat jiwa kirana melambung membuat kepala perampok itu merasa direndahkan dan geram bangsat kau yang telah membuat aku malu kemarin hiaaaaaat tiba tiba salah satu penyerang kirana beralih menyerang arya yang pada waktu itu menatap tajam kepala perompak tanpa memperdulikan peny membuat kirana dan juga boma ternganga menyadari dengan siapa dia berhadapan membuat penyerangnya semakin kalap arya hanya melihat dari kejauhan membuat yang lain menganga tidak percaya membuatnya terkejut membuatnya tersenyum diapun bergegas kearah itu bukan lantaran dia ingin menyaksikan pertempuran menandakan telah tewas pemimpin perampok yang tadinya pongah kini menjadi terbelalak geri pada orang yang ada di depannya mendapati kirana telah sendirian memperbaiki pakaianya yang compang camping menuntut balas atas kematian keluarganya menyadari ada serangan lain mereka melangkah dengan gagah masuk ke dalam kedai sambil berkacak pinggang berdiri ditengah tengah kedai disamping meja makan arya arya tetap saja menikmati hidangannya tanpa memperdulikan kedatangan mereka yang membuat masyarakat ketakutan saat ary merupakan terror yang sungguh menakutkan bahkan saya mendengar kabar misteri mohonmaaf mungkin dia pun sedang menunggu keberangkatan pesawat seperti halnya yang dilakukan wanita itu namun arya hanya menyeringai mengerikan kakimu juga teriak arya seketika itu juga arya menginjak kedua kaki boma krakkkk krakkkk kirana memalingkan wajah tidak tega namun bukkkkkkk kaki itu telak menghantam ulu hati penyerang itu tanpa menoleh namun dari kabar yang saya terima membuat kami khawatir dan bingung terang kyai banjar banyu bening namun dia juga tidak tega melihat boma dibuat seperti itu namun arya tidak menghiraukannya dia tetap menginjak lengan kiri boma krakkkkk aaaaaaa hh teriakan boma melengking tinggi menyayat hati bunuh saja aku teriak boma namun erangan boma membuatnya terkejut namun golok itu seakan menempel pada mahnet dengan daya sedot tinggi namun hingga wajahnya memerah cemeti itu tetap menempel pada sebelah tangan arya tiba tiba arya menghentak tangannya tak ayal tubuh boma tertarik ke depan melayang pelan membuatnya tergagap tap leher boma langsung tertangkap tangan kanan arya boma be namun juga ada yang masih memendam rasa penasaran dan kejengkelan yang meluap untuk secepatnya membumihanguskan biang kerok itu namun kali ini dengn mudah arya menangkapnya namun kepalan sebelah tangan arya tidak bisa lepas hiaaaaaaat melihat ketua kelompoknya terdesak namun kini dia harus berhadapan dengan kekompakan serangan golok yang seperti gelombang namun nama iblis tentu adalah aliran hitam sampai saat ini tidak ada yang bisa menafsirkan dewa iblis termasuk golongan yang mana yang jelas kemunculannya dirimba persilatan membuat semuanya resah dewa iblis adalah sorang pemuda dengan perawakan ting namun orang lain yang menyebutnya jawab arya tenang namun penyerang itu masih berdiri di belakangnya pemimpin perampok menyeringai geli namun sampai saat ini dia tidak tau keberadaan pendekar tua itu bahkan tempat kekuasaan pengemis nyawa di ceruk gua bangkai sudah pernah didatanginya namun saya tidak punya uang namun sebaik apapun aliran itu namun tak sekalipun kenal pada dewa penolong itu boma mengerahkan semua tenaga dalamnya untuk bisa menarik senjatanya namun tempat itu sudah tidak berpenghuni tiba tiba telinganya menangkap benturan benturan benda keras dan teriakan teriakan manusia namun tidak terjadi apa apa padahal arya masih asik menyantap hidangan dengan tangan kanannya setelah beberapa lama pemilik golok berusaha arya bangkit dan menghentak tangan kirinya padahal dia sudah lama melanglang buana di rimba persilatan para pencuri itu menatap dengan sangar para penghuni kedai sambil berkacang pinggang apa yang kalian lihat bentak salah satu diantara mereka pemilik kedai hanya mengangguk ketakutan pemilik kedaipun cepat cepat kembali ke dalam melihat ketakutan di dalam kedai penghuni kedai terkejut dan buru buru menyantap hidangannya seakan tidak memperdulikan kelakuan mereka perjanjianhati pertama kali muncul dia sudah kagum dengan ketampanan pemuda yang sekarang berhadapan dengan kepala perampok yang hendak memperkosanya pribadi saya berbincang dengan adek saya kyai koneng tentang kejadian kejadian yang akhir akhir ini menggemparkan dunia persilatan saya diutus oleh kyai banjar banyu bening mengundang kalian semua untuk membahas hal yang sangat meresahkan dunia persilatan akhira akhir ini dan tentu saudara bertanya tanya kenapa pertemuan kali ini ditempatkan disini seandanya sejak tadi boma tau berhadapan dengan dewa iblis pasti dia telah lari terbirit birit namun apa daya semuanya telah terjadi sebelum selera makanku berubah selera membunuh ancam arya membuat ketiga pencuri itu lari kalang kabut meninggalkan kuda tetap ditempatnya semula kemudian arya melihat pada pemilik kedai pak aku sudah kenyang sebuah cambuk dengan bandul bongkahan besi bulat bergerigi dipinggangnya secepat kilat kaki arya menderu kearah perut penyerang itu sedangkan kirana terkejut dan memalingkan wajahnya tidak tega hahahahaha bukan hanya itu sedangkan sisanya lari tunggang langgang melihat pemimpin mereka dibuat kucing kucingan oleh arya arya hanya tersenyum kecil sehingga formasi serangan sedikit pincang boma menghantamkan cambuk bermata bola bergerigi itu ke tubuh arya dengan tenaga dalam cukut tinggi sehingga golok itu lewat disamping tubuh dan pemilik golok terhuyung kedepan tiba tiba kedua tangan arya telah menangkap kedua tangan pemegang golok lalu menghentak dengan kuat kearah yang berlawanan sehingga goloknya jatuh sehingga ketika sudah dirasa ilmu yang diperoleh lumayan sehingga serangan itu berlalu di samping wajahnya sehingga tidak mungkin ada penyusup untuk mencari dengar hasil musyawarah kita sekali hentak dia telah melayang turun menuju ketua pengeroyok yang sejak tadi hanya ketawa tawa seketika itu pula dia berkelebat tenang tanpa perasaan meninggalkan boma yang terus mengerang kesakitan kirana masih ternganga di tempatnya seketika tubuh boma menggigil sekuat apapun dia berusaha selama ini tak seorang pendekarpun yang bisa menangkap kecepatan cambuknya semogaterhibur seperti tugas kita untuk memusnahkan golongan hitam sepotong biskuit suatu hari seorang wanita berniat untuk pergi berlibur ke luar kota wanita itu pergi seorang diri dengan segala perbekalan dan tentu saja tiket pesawat yang telah dibelinya jauh jauh hari ketika tiba di bandara setelah mendengar semua tindakannya yang tidak beraturan itu setelah salah satu dari penyerang itu tumbang di tangan arya sikapnya yang anti ketidak adilan walaupun bentuknya sangat tidak berprikemanusian studi kritis terjemah tafsiriah muhammad tadinya tidak mau turut campur namun dia merasa kasihan juga cuhhh arya meludah kesamping tubuhnya bertanda jengkel tak ayal kedua tubuh pemegang golok melayang dan terjerembak keluar kedai tepat disamping temannya yang telah terlebih dahulu terpelanting disana bukkk kalau mau mencuri kuda itu tak sampai disana dia rasa tubuhnya melayang ringan keluar kedai kemudian terjerembak kuat di tanah bruk kedua temannya tersentak mengatur jarak pada orang yang tidak dia kira itu telah melempar temannya sedemikian rupa pemuda itu bangkit menatap mer takut takut ada orang yang berniat menggagalkan atau berniat mencuri dengar terang banjar kalianget disambut dengan anggukan semua yang hadir tangan kiri arya terangkat tanpa erangan langsung mati seketika tanpa fikir panjang dan hanya mengikuti instingnya saja tapi dia bukan lawan yang pantas kita anggap remeh tapi tempat ini atas usulan kyai koneng tapi walaupun seperti itu tau tau kedua golok penyerang telah terapit antara jari telunjuk dan jari tengah arya membuat semua mata terbelalak tempat yang membutuhkan keahlian lebih untuk bisa mendakinya tentang dewa iblis sampai saat ini saya sendiri tidak pernah bertemu dengan pendekar itu tentu akan mampu berhadapan dengan dewa iblis tentu dia akan menjadi orang baik tergelincir sedikit saja tentu ajal tak bisa dielakkan apakah tak seorangpun yang behasil mendaki bukit itu nyatanya di atas bukit sekarang lagi berkumpul puluhan orang terimakasih atas hidangan lezatnya ternyata air itu telah kosong membuatnya kebingungan sambil memegang leher apa yang kami lakukan itu terserah kami terserah kamu mau membunuhnya atau mau menolongnya ujar arya terutama yang sempat berhadapan atau di tolongnya tiba tiba darah muncrat dari mulut hingga mengenai punggung arya tiba tiba dia rasa ada tangan yang memegang paha lalu tubuhnya terangkat tiba tiba dia teringat akan pembahasan di bukit batu sudah tuan cukuuuuup apakah apakah tuan adalah dewa iblis tanya kirana bergidik ngeri tiba tiba pengemis nyawa meminta kakaknya untuk meladeni nafsu biadabnya orang tuanya tidak terima sehingga terjadi bentrok untuk bergerak saja dia tidak bisa sekarang orang ini aku berikan padamu wajahnya riak terkena hembusan angin panas walau gerakan itu lebih lambat dari tebasan golok penyerang wanita tersebut membeli sebuah majalah dan sebungkus biskuit untuk menemaninya saat keberangkatan tertunda beberapa menit wanita itu duduk menunggu keberangkatan di sebuah kursi yang telah duduk pula seorang laki laki paruh baya yang terkenal sangat hebat itu lebih dua puluh tahun dia menggembleng diri tanpa lelah dari guru satu ke guru lainya

Ke artikel


Beranda
0 / 2

Perpus Dunia Cerita


Kontak Kami (Facebook)
© Perpustakaan Dunia Cerita