Sekarang, Perpusduta hadir di TeamTalk!! Dengan channel Perpustakaan Dunia Cerita di server Indonesia lalu masuk ke Public room. Dapatkan aplikasi TeamTalk di App Store dan Play Store atau melalui website di bearware.dk
Channel YouTube Perpustakaan Dunia Cerita
Donasi Perpusduta
Hai, Pengunjung!
Beranda
Masuk
Daftar
Artikel | Folder Cerita Fantasi
1 2 >>

Pohon Jantung part 1

Yang ditambahkan:AdminDC (03.04.2017 / 18:38)
Rating:rating 15 article (1)
Jumlah dibaca:632
Komentar:0
Penulis: Pabrik Imajinasi

Zaman dahulu kala. Ketika benua Eropa dilanda wabah pes. Ada satu desa di lembah hijau bernama Greenada yang aman dari wabah hitam, nama lain wabah pes.
Mengapa Greenada aman dari wabah hitam atau black death?
Ada 3 alasan untuk hal itu.
Yang pertama, desa Greenada letaknya agak terisolasi dari dunia luar. Warga harus melewati bukit dan melakukan perjalanan selama 3 hari jalan kaki (atau
sehari naik kuda) untuk ke dunia luar.
Kedua, warga desa Greenada selalu menjaga kebersihan lingkungan. Untuk pembaca ketahui. Masyarakat Eropa zaman dahulu tidak begitu mempedulikan kebersihan.
Bahkan mereka belum mengenal 'mandi' sebagai bersih-bersih diri. Kecuali desa Greenada. Karena mereka telah mengenal kebersihan dari tetua desa mereka
yang konon katanya telah keliling dunia sewaktu muda.
Dan faktor yang ketiga adalah kucing. Warga desa Greenada memelihara kucing, bahkan banyak sekali kucing hingga jumlahnya hampir sama banyak dengan anjing.
Kucing dan anjing di Greenada berteman baik.
Ngomong-ngomong, apa hubungannya kucing dan black death?
Wabah pes, tersebar melalui tikus. Dengan adanya kucing yang dipelihara warga Greenada, jumlah tikus di Greenada sangat sedikit bahkan jarang terlihat.
Berbeda sekali dengan masyarakat Eropa pada umumnya yang menganggap kucing adalah piaraan penyihir dan memusuhinya sehingga mereka terkena wabah pes sebagai
karma memberantas kucing. Warga Greenada yang unik justru menganggap kucing adalah sahabat. Namun akibat banyak pemikiran yang berbeda inilah, masyarakat
Greenada memilih hidup di tempat yang terpisah dari masyarakat pada umumnya di tempat terpencil di lembah hijau di tengah hutan. Karena letaknya yang sulit
di capai, banyak orang Eropa menganggap desa itu adalah desa dongeng, desa terkutuk atau desa penyihir.
Lalu apakah keberadaan penyihir di desa Greenada sungguh ada? Tidak. Tetapi sihir memang ada.
Entah bagaimana kisahnya, di luar desa Greenada, lebih masuk lagi ke hutan. Ada sebuah pohon misterius. Pohon itu sudah ada sejak lama sebelum desa Greenada
muncul.
Warga desa Greenada menyebut pohon itu pohon jantung. Mengapa dinamakan pohon jantung? Karena pohon itu akan mengabulkan permintaan dengan imbalan nyawa.
Terkabulnya permintaan tergantung nilai nyawa yang diberi pada pohon jantung. Nyawa hewan buruan senilai dengan harta dan permintaan ringan, hewan ternak
senilai dengan permintaan yang agak berat, dan nyawa manusia tak ternilai.
Yang harus warga Greenada lakukan adalah mengeksekusi nyawa tersebut dibawah pohon jantung, dan pohon tersebut akan menyerap darah dari kurban eksekusi
tersebut. Tinggalkan bangkainya dan tunggulah esok hari permintaan sudah dikabulkan.
Jika warga Greenada mengunjungi pohon itu keesokan harinya usai eksekusi. Mereka akan menemukan dahan yang berbentuk menyerupai makhluk yang dieksekusi
dalam bentuk terbaiknya dengan jantung merah segar yang terjuntai bagai buah apel diantata dedaunan yang berwarna hijau abadi. Yah dari jauh memang seperti
buah apel. Konon buah 'apel' inilah yang akan dimakan oleh dewa vampir atau raja srigala atau iblis penyihir hutan kegelapan yang mengabulkan permintaan
tersebut. Bentuk dahan ini akan bertahan hingga eksekusi berikutnya dan akan berubah menjadi ranting biasa.
Sejauh ini hanya beberapa orang yang pernah meminta pada pohon jantung. Di antaranya keluarga Peter yang menukar ternak babi terbaiknya dengan anak yang
mereka inginkan, keluarga Romanov yang menukar kelinci buruannya dengan sepeti kecil emas, atau janda Sycelles yang menukar janin dalam perutnya, hasil
hubungan gelap yang tidak ia inginkan dengan tahta kerajaan, dan lain-lain. Terdengar agak kejam dan seram. Tetapi warga Greenada pantang untuk mengurbankan
kucing yang telah melindungi mereka dari wabah pes.
Pernah di pohon jantung ada pemuda cacat yang cukup putus asa untuk mengurbankan dirinya sendiri karena tidak tahan hidup di dunia yang fana dan mengakhiri
hidupnya dengan menyerahkan nyawanya untuk ketenangan bagi dirinya sendiri.
Hal ini akan terjadi untuk yang kedua kalinya.
Ada seorang gadis di desa Grenada bernama Rose, Rose Maureen. Tidak seperti namanya ia adalah gadis yang buruk rupa, rambutnya bewarna hitam, sehitam tanah
kebun, wajahnya selalu pucat dengan bibir sumbing dan sebuah gigi yang mencuat ke atas. Ia tinggal bersama ayahnya, Jack Maureen yang sakit-sakitan di
sebuah gubuk kayu tua yang kecil, bekas kandang sapi.
Ibu Rose sudah lama pergi entah meninggalkan mereka berdua.
Suatu hari, musim dingin yang keras menghantam Greenada. Desa yang hijau itu berubah menjadi seputih salju selama 3 bulan yang panjang.
Karena tak kuat menghadapi musim dingin yang keras ini, ayah Rose menjadi semakin sakit.
Di waktu ia sekarat. Ia mengatakan wasiatnya pada Rose. "Anakku, sebelum aku pergi meninggalkan dunia ini, aku ingin kau menikah."
"Tetapi dengan siapa aku menikah ayah? Tak ada pemuda di desa ini yang sudi untuk menikahi gadis buruk rupa sepertiku." Kata Rose dengan sedih.
Ayah Rose terbatuk-batuk, lalu dengan nafas berat dan kepayahan ia berkata, "Jangan khawatir anakku, aku dan sahabatku tuan Romanov telah sepakat untuk
menjodohkan kalian..." lalu ia terbatuk "... dulu waktu kami muda, ketika kami pergi berburu terlalu dalam ke hutan dan tersesat, aku pernah menyelamatkan
nyawanya saat ia diserang ular. Ular itu sangat besar dan hampir membunuhnya jika saja aku tidak menombak kepalanya. Setelah itu aku merawat luka-lukanya
sambil kami mencari jalan pulang. Sangat sulit mencari makan di hutan terdalam, jamur, tanaman beracun dan hewan beracun di mana-mana, hampir tak ada
yang bisa dimakan dan diminum, tetapi untungnya kakekmu telah membekaliku dengan pengetahuan berbagai makanan dan minuman yang bisa dimanfaatkan sehingga
aku dan Odair Romanov tidak kelaparan..." selama bercerita, ayah Rose tampak bersemangat, bahkan terlihat hampir sehat mengenang masa mudanya dulu. Tetapi
ketika kisahnya telah mencapai intinya, Jack kembali serius."...Odair mengatakan pengetahuan yang kumiliki sangat bermanfaat. Lalu ia mengatakan ingin
ia memiliki menantu perempuan cerdas sepertiku. Kemudian kami sepakat untuk menjodohkanmu dan Rick."
Untuk sesaat Rose tertegun mendengar pernyataan ayahnya. Ia tak pernah menyangka bahwa ia akan di jodohkan dengan Rick Romanov, pemuda tertampan di Greenada.
Sudah sejak lama ia menyukai Rick, tetapi Rose tak sanggup untuk mengungkapkan isi hatinya pada Rick karena ia merasa tak pantas, tak sepadan wajah buruknya
dengan Rick yang tampan.
"Mengapa kau terdiam sayang? Apakah kau keberatan di jodohkan dengan Rick?" Jack menghela nafas. "Andai umurku panjang, aku ingin mencarikanmu jodoh pemuda
dari luar desa, agar kelak saat wabah pes lenyap, kau dan suamimu bisa pergi dari desa terpencil ini! Desa yang membuat ibumu pergi meninggalkanku karena
tak tahan tinggal di sini! Aku tak ingin keturunanku terkurung di tempat ini selamanya." Lalu Jack terbatuk-batuk.
"Sudah, sudahlah ayah, aku setuju menikah dengannya."
Download file txt | fb2
1 2 >>

Beranda
0 / 7

Perpus Dunia Cerita


Kontak Kami (Facebook)
© Perpustakaan Dunia Cerita