Sekarang, Perpusduta hadir di TeamTalk!! Dengan channel Perpustakaan Dunia Cerita di server Indonesia lalu masuk ke Public room. Dapatkan aplikasi TeamTalk di App Store dan Play Store atau melalui website di bearware.dk
Channel YouTube Perpustakaan Dunia Cerita
Donasi Perpusduta
Hai, Pengunjung!
Beranda
Masuk
Daftar
Artikel | Folder Kisah Nyata

Ikan Bakar Request

Yang ditambahkan:rinojs (03.04.2017 / 18:50)
Rating:rating 16 article (0)
Jumlah dibaca:376
Komentar:0
screenIkan merupakan hewan yang hidup di air. Ada yang hidup di air tawar maupun di laut. Sekarang ini, khususnya di Bandung mulai bermunculan kuliner yang menggunakan
ikan sebagai bahan utamanya. Salah satunya adalah Rumah Makan Pandan Wangi yang menyajikan ikan sebagai menu utama mereka. Yang berada di jalan Pak Gatot
Raya, No. 18B Aula, RW 03, KPAD Gerlong ini.

Ibu Srimulyani, pendiri Rumah Makan Pandan Wangi ini mengatakan bahwa awalnya hanya sebatas ketring. Kemudian, berubah menjadi rumah makan. Bersama suaminya,
Zul Kifli, Rumah Makan Pandan Wangi ini berdiri pada bulan Februari tahun 2016. Dengan menyewa aula sebagai tempatnya.

Untuk menjaga kualitas, ikan-ikan yang disajikan ialah ikan segar yang dikirim langsung dari Lampung. Di sana, ibu Sri sapanya, mempunyai nelayan yang
kebetulan keluarga dekat yang menangkap ikan-ikan itu. Kemudian, ikan tersebut dikirim ke Bandung dan dinikmati semua orang yang berkunjung.

Ibu Sri merupakan orang Buton, Sulawesi Tenggara. Ikan tersebut dimasak dengan cara dibakar lalu diberi bumbu dabu-dabu sebagai menu utamanya. Bumbu tersebut
diracik langsung oleh ibu Sri. Dengan kata lain, ibu Sri benar-benar menjaga kualitasnya dan tidak mau membeli bumbu instan.

Uniknya di rumah makan itu, adalah dapat meminta jenis ikannya dan ukurannya yang diinginkan. Di sana, ada ikan Kakap, ikan Gurame, dan masih banyak lagi.
Ukurannya bisa disesuaikan dengan kondisi pelanggan. Selain ikan bakar, ada juga ikan goreng. Dimasak bakar atau goreng tetap enak. Sebab, ikan yang disajikan
ikan yang sangat segar.

Untuk harganya sendiri, 1 ons sama dengan Rp10.000. Sebelum dibakar atau digoreng, ikan tersebut akan ditimbang. Pelanggan membayar sesuai dengan berat
ikan yang diminta. Misalnya, 5 ons berarti Rp50.000. Jika dihari biasa, bu Sri mengaku bisa menghabiskan ikan sekitar 20 kilo sampai 25 kilo. Sedangkan
di akhir pekan, bisa menghabiskan sampai 50 kilo.

Selain ikan, juga ada makanan laut lainnya. Seperti udang, kepiting, dan cumi-cumi. Bahkan, ada juga ayam goreng atau bakar. Tujuannya, bagi yang tidak
suka ikan bisa ikut makan. *** (R-05)
Download file txt | fb2

Beranda
0 / 9

Perpus Dunia Cerita


Kontak Kami (Facebook)
© Perpustakaan Dunia Cerita