Sekarang, Perpusduta hadir di TeamTalk!! Dengan channel Perpustakaan Dunia Cerita di server Indonesia lalu masuk ke Public room. Dapatkan aplikasi TeamTalk di App Store dan Play Store atau melalui website di bearware.dk
Channel YouTube Perpustakaan Dunia Cerita
Donasi Perpusduta
Hai, Pengunjung!
Beranda
Masuk
Daftar
Artikel | Folder Cerita Inspiratif

Damar dan Diana

Yang ditambahkan:admin-dc (31.03.2017 / 16:38)
Rating:rating 4 article (1)
Jumlah dibaca:335
Komentar:0
Alkisah dari sebuah rumah sakit bersalin, lahirlah seorang anak bayi perempuan bernama Diana. Diana lahir dengan kondisi tidak sempurna. Kedua mata Diana tidak ada. Orang tua Diana tidak mau menerima anaknya yang lahir buta. Orang tuanya berniat untuk membuangnya. Namun, selalu digagalkan oleh kakaknya Diana yaitu Damar. Damar sangat menyayangi adiknya walaupun adiknya seorang penyandang tunanetra. Kebutuhan adiknya, Damar sendiri yang mengurusnya. Membeli susu dan popok, Damar yang selalu membelinya dari uang sakunya. Orang tuanya tidak mau mengurusnya. Memberikan ASI-pun tidak pernah dilakukan.

Waktu semakin berjalan, orang tua mereka muak melihat adanya Diana di rumah. Hampir setiap hari Diana menangis. Orang tua merekapun memukulnya hingga tubuh Diana terluka saat Damar tidak ada. Setiap pulang Sekolah, Damar selalu kaget melihat adiknya suka terluka. Damarpun menanyakan kepada ibunya: "Kenapa Diana Tubuhnya selalu terluka setiap aku pulang sekolah?"
Ibunya menjawab sedikit ketakutan: "Diana itu sering digit Nyamuk. "

Damarpun tidak yakin akan jawaban ibunya. Keesokkan harinya, Damar bolos sekolah tanpa sepengetahuan orang tuanya. Ternyata selama ini yang membuat terluka adiknya adalah orang tuanya sendiri. Damar mengetahuinya dari jendela kamarnya. Karena, Damar dan adiknya satu kamar. Tiba-Tiba, tanpa tidak sengaja tangga yang dinaiki Damar patah. Orang tuanya terkejut mendengarnya. Mereka kaget ternyata Damar bolos sekolah. Disebabkan kesal akan tingkah laku Damar yang membolos demi adiknya, orang tuanya membuang Diana.

Damarpun berkata: "Kalau bapak dan ibu mau membuang Diana, berarti sama dengan bapak dan ibu membuangku juga."
Ibunya menjawab: "Bapak dan ibu tidak mau membuang kamu nak. Bapak dan ibu cuma ingin membuang anak buta ini."
Damar: "Kenapa sih bapak dan ibu tidak mau menerima kondisi Diana?"
Ibu: "Buat apa bapak dan ibu merawat anak buta ini. Nantinya juga gak ada gunanya."
Damar: "Asal ibu tahu ya, jika kita merawatnya dengan baik, nantinya ada gunanya."
Ibu: "Oh, berarti kamu membela adik kamu yang buta ini daripada membela bapak dan ibu!"
Damar: "Bukan begitu Bu."
Ibu: "Gak usah nangis segala kamu! Dasar anak durhaka! Lebih baik sekarang kamu pergi dan bawa adik kamu yang buta tak berguna ini!"
Damar: "Ok kalau ibu maunya begitu. Aku akan pergi membawa Diana. Dan aku akan membuktikan bahwa aku bisa merawatnya hingga Diana menjadi orang yang berguna!"
Ibu: "Tidak usah banyak bicara kamu! Sekarang juga kamu pergi dari rumah ini!. Dan jangan sampai kamu menginjakkan kaki kamu di rumah ini lagi!"
Damar: "Baik aku akan Pergi! Bapak dan ibu puas!"
Ibu: "Sangat puas. Terima kasih karena kamu membela adik kamu yang gak ada gunanya ini!"

Di panasnya matahari dan dinginnya malam, Damar melangkah dan terus melangkah membawa adiknya. Hingga suatu hari ada sebuah panti asuhan yang menolongnya. Disana, Damar diberikan kemampuan yang nantinya berguna buat adiknya. Damar diberikan kemampuan bermusik, menari, dan bernyanyi. Setelah sepuluh tahun berlalu, Damar memutuskan keluar dari panti untuk mengontrak rumah dari hasil kemampuannya. Diusia sepuluh tahun adiknya, Damar mengajarkan kepada adiknya apa yang diajarkan saat Damar masih di Panti. Ternyata, apa yang diajarkan Damar kepada adiknya rupanya berhasil. Diusia tujuh belas tahun adiknya, Diana menjadi orang yang sangat terkenal berkat perjuangan kakaknya. Berkat ketenaran Diana, mereka membeli rumah mewah yang harganya sampai miliyaran.

Sementara itu dilain tempat, orang tuanya kini menjadi miskin. Menjadi pengemis.
Karena, rumah orang tua mereka mengalami musibah kebakaran besar dan menyebabkan semua harta Benda ditelan oleh si jago merah. Ketika orang tua mereka sedang mengemis, tiba-tiba ada seseorang yang melempar koran. Koran itu ditangkap oleh ibu mereka. Isinya adalah, seorang anak perempuan tunanetra bersama kakaknya membeli sebuah rumah mewah yang harganya miliyaran. Anak perempuan tunanetra itu sukses karena berkat kakaknya yang merawatnya dari bayi sampai sekarang. Digambar koran tersebut terlihat jelas bahwa dua anak itu adalah Damar dan Diana. Sebab, tercantum juga nama mereka. Orang tua mereka menyesal kenapa dulu tidak merawat Diana. Orang tua mereka hanya bisa menyesali kebodohannya bahwa apa yang dikatakan Damar akan merawat adiknya hingga menjadi orang yang berguna dan sukses itu ternyata benar-benar terjadi. TAMAT...

KARYA ASLI RINO JEFRIANSYAH.
Download file txt | fb2

Beranda
0 / 4

Perpus Dunia Cerita


Kontak Kami (Facebook)
© Perpustakaan Dunia Cerita