Sekarang, Perpusduta hadir di TeamTalk!! Dengan channel Perpustakaan Dunia Cerita di server Indonesia lalu masuk ke Public room. Dapatkan aplikasi TeamTalk di App Store dan Play Store atau melalui website di bearware.dk
Channel YouTube Perpustakaan Dunia Cerita
Donasi Perpusduta
Hai, Pengunjung!
Beranda
Masuk
Daftar
Artikel | Folder Cerita Fantasi
1 2 3 4 >>

Harry Potter dan Tahun Kelima di Hogwarts (Bab1)

Yang ditambahkan:admin-dc (31.03.2017 / 17:23)
Rating:rating 7 article (0)
Jumlah dibaca:1304
Komentar:0
Harry terjaga dari tidurnya dengan terengah-engah dan mandi keringat. Sudah seminggu ini ia terus menerus diganggu
mimpi aneh. Mimpi yang sama, walaupun berbeda-beda. 

Ia terjatuh di jurang, Professor Snape menolongnya. Ia berhadapan dengan Voldemort yang memberinya kutukan Cruciatus,
Professor Snape mengucapkan jampi-jampi penangkalnya. Ia terjatuh dari sapunya saat menangkap Golden Snitch, Professor
Snape menantinya di bawah, memperlambat laju jatuhnya hingga ia bisa berdiri dengan kedua kakinya sendiri. 

Mimpi yang sama walaupun berbeda-beda. Dan saat ia selamat, ia begitu terpana hingga lupa mengucapkan terimakasih.
Saat ia hendak mengucapkannya, Professor Snape menghilang begitu saja, bersamaan dengan itu ia terjaga. 

Harry mengusap keringatnya, bangkit mengambil air minum di meja sebelah tempat tidurnya, dan melihat keluar jendela.
Hedwig sedang melayang kembali ke jendela, berarti sudah menjelang fajar. Merasa tidak akan sanggup tidur kembali,
Harry membuka jendela, membiarkan Hedwig masuk, dan duduk di ambang jendela, mengusap-usap bulunya. 

"Hedwig, tahukah kau, pertanda apakah ini ?" tanyanya tanpa mengharap jawaban. Hedwig hanya mematuk-matuk jarinya
pelan, membiarkan bulunya diusap-usap. 

Dua minggu sudah Harry berada kembali di rumah keluarga Dursley. Kali ini mereka cukup banyak keluar rumah, tanpa
mengajak Harry tentunya. Tetapi Harry sendiri cukup lega bahwa mereka tampaknya mulai percaya ia tidak akan menghancurkan
rumah, sehingga bersedia meninggalkannya sendiri tanpa menitipkannya pada Mrs Figg. 

Surat Ron datang kemarin mengajaknya menghabiskan libur musim panas di rumahnya, seperti biasa, dan Harry agak heran
ketika Paman Vernon hanya mengiyakan saja permintaan itu, tanpa banyak bertanya. Harry mengira itu mungkin akibat
efek "permen lidah liar" yang dimakan Dudley tahun lalu. Paman Vernon memang memberi alasan, bahwa mereka akan berlibur
ke Hawaii musim panas ini. Sehingga kepergiannya ke rumah Weasley dirasakan sebagai pemecahan masalah.  

* * * * * 

Pagi hari akhirnya datang juga. Sinar matahari yang cerah membuat Harry bisa melupakan mimpinya sesaat. Hari ini Mr
Weasley akan menjemputnya pukul 10.00, dan Harry begitu bersemangat hingga pada pukul 08.00 segalanya sudah siap.
Harry bertanya-tanya, dengan cara apa Mr Weasley kali ini akan menjemputnya. Ia terus terang agak geli juga melihat
Paman Vernon berkali-kali memandangi pemanas ruangan listriknya dengan curiga. 

Pukul 10 kurang 5 menit Harry mendengar suara mobil mendekat perlahan dan kemudian berhenti tepat di depan pagar.
Sebuah Bentley hitam mengkilat keluaran terbaru ! Mana mungkin Mr Weasley, pikir Harry, dan pikiran itu berubah sedetik
kemudian ketika ia melihat sosok jangkung agak botak, dengan setelan jas abu-abu keluar dari mobil, beserta seorang
anak jangkung berambut merah. Harry langsung menghambur ke halaman. 

"Mr Weasley, Ron ! Tapi .. tapi .. bagaimana kalian, .. darimana …?" Harry bertanya kebingungan. Ron nyengir melihatnya. 

"Kau tidak akan mempersilakan kami masuk ?" tanya Mr Weasley geli melihat kebingungan Harry. 

"Oh, eh, .. maaf , silakan masuk Mr Weasley. Paman Vernon, mereka sudah datang," Harry memberitahu pamannya yang sementara
itu juga keluar ke halaman penasaran dengan mobil yang begitu mewah. Dari jendela terlihat Dudley, setengah takut
setengah penasaran melihat siapa yang datang. 

"Kami tidak akan lama, ada urusan lain yang harus aku kerjakan," gumam Mr Weasley ketika menjabat tangan Paman Vernon,
yang tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun, "Harry, cepatlah, kau sudah siap ?" 

"Siap Mr Weasley," Harry terengah menyeret kopernya. Sigap Ron membantunya, memasukkannya ke bagasi, dan memasukkan
sangkar Hedwig ke dalam mobil. 

"Selamat menikmati Hawaii, Paman," kata Harry riang, "sampai jumpa musim panas tahun depan," 

Kali ini Paman Vernon nampaknya sudah mengumpulkan cukup kesadarannya, sebab dia menggumamkan sesuatu yang terdengar
seperti, "terimakasih, selamat jalan," 

Mereka memasuki mobil, dan berangkat. Harry melihat dari kaca spion bahwa Paman Vernon terus ternganga melihat mobil
itu. Harry kemudian sudah sibuk bercakap-cakap dengan Ron, dan tidak memperhatikan bahwa Paman Vernon terjatuh dan
pingsan begitu melihat di perempatan, mobil itu --alih-alih membelok, malah mengeluarkan suara pop, dan menghilang. 

* * * * * 

The Burrow. Harry menghela nafas lega. Di tempat inilah, selain Hogwarts, dia bisa merasa berada di rumah sendiri.
Mobil mereka membelok dan berhenti tepat di pintu. Mr. Weasley turun, disusul Ron dan Harry menenteng sangkar Hedwig.
Segera setelah Mr Weasley menurunkan koper Harry, ia mengeluarkan tongkatnya, dan .. pop, mobil itu mengecil menjadi
mobil mainan. 

Harry mengerti kini. Ia melontarkan pandangan kagum pada Mr. Weasley, yang mukanya menjadi kemerahan seperti warna
rambut anak-anaknya. Tetapi Harry tidak bisa berlama-lama mengagumi Mr Weasley, karena kini, giliran Mrs Weasley
berteriak dari pintu dapur, 

"Arthur, kaukah itu ? Harry bersamamu ? Cepat kita makan, Harry tentu sudah lapar," sia-sia Harry berusaha menjelaskan
bahwa kali ini keluarga Dursley tidak membuatnya kelaparan, tetapi Mrs Weasley tetap saja bersikeras menyeretnya
ke meja makan. 

"Biarkan saja koper itu, ayo, nak, makan dulu," 

Tidak enak hati, Harry akhirnya menurut, dan ia tahu ia tidak akan pernah menyesal menuruti ajakan
Download file txt | fb2
1 2 3 4 >>

Beranda
0 / 3

Perpus Dunia Cerita


Kontak Kami (Facebook)
© Perpustakaan Dunia Cerita